Bukan Sekadar Kata : Menggali Makna Tersembunyi dalam Cerpen Putu Wijaya Melalui Analisis Dieksis
Mengapa Kita Sering Salah Paham? K omunikasi yang efektif sangat bergantung pada pemahaman mendalam tentang penggunaan bahasa. Sering kali, kelancaran proses ini terbentur pada kegagalan dalam memilih ragam bahasa yang tepat, sehingga menimbulkan kesalahpahaman antara penutur dan lawan tutur. Dalam komunikasi tulis, khususnya, pembaca dituntut untuk menganalisis dan menginterpretasikan maksud sebenarnya yang ingin disampaikan oleh teks. Salah satu kunci untuk membuka interpretasi ini adalah deiksis . Dalam cabang ilmu pragmatik, deiksisyang berasal dari bahasa Yunani deiktikos yang berarti 'hal penunjukan secara langsung' membahas arah acuan dalam suatu satuan bahasa. Deiksis didefinisikan sebagai fenomena semantik di mana interpretasi suatu konstruksi linguistik sangat bergantung pada konteks situasional penutur sebagai titik acuannya. Artinya, makna dari sebuah kata (seperti "saya," "sini," atau "sekarang") hanya bisa dipahami sepenuhnya jika ...
.jpg)
