Manisnya Ramadhan Dalam Setangkup Takjil Dan Segenggam Kebersamaan Angkatan 19
Yogyakarta, 22 Maret 2025 – Ramadhan selalu punya cara
tersendiri untuk mempertemukan kembali mereka yang sempat terpisah oleh waktu.
Tahun ini, kami, Angkatan 19, kembali dipertemukan bukan hanya dalam lingkaran
pertemanan lama, tetapi juga dalam momen berbagi yang sederhana.
Kegiatan ini digagas oleh para alumni MA Nurul Ummah Angkatan 19 yang ingin tetap menjaga solidaritas sekaligus berbagi berkah di bulan suci. Dengan dana yang dikumpulkan secara mandiri melalui donasi sesama alumni, kami berhasil menyiapkan sejumlah paket takjil yang terdiri dari makanan dan minuman untuk berbuka puasa.
Sore itu, langit mulai meredup
perlahan, seolah memberi ruang bagi temaram senja untuk turun dan menenangkan
hiruk-pikuk jalanan. Teman-teman ku berkumpul di lokasi pembagian takjil (aku
tidak tau pasti dimana lokasi tersebut sebab tidak turut membersamai) masing-masing
membawa senyum dan kantong-kantong berisi makanan berbuka. Bukan hanya sebagai
bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga sebagai cara merayakan
kebersamaan yang semakin jarang terjadi sejak lulus SMA.
Setiap kotak yang berpindah
tangan membawa harapan kecil semoga perjalanan mereka hari ini ringan, semoga
lelah yang mereka rasakan terbayar dengan seporsi menu berbuka, semoga di
antara langkah-langkah terburu itu, ada sedikit kehangatan yang bisa kami
titipkan.
Sore itu meski tak sempat turut serta
hadir di tengah kegiatan berbagi, aku turut merasa bunggah dengan semua
kebaikan yang ditebarkan oleh teman-teman ku.
Temaram senja semakin turun,
tepat pukul lima aku menuju lokasi buka puasa yang sudah di tentukan. Meski sempat
terhalang hujan yang menderas sejenak, Alhamdulillah masih bisa sampai dengan
tepat waktu.
Kali ini tempat yang dipilih untuk
melanjutkan momen hari itu adalah Bento Coffee Sorowajan. Suasana kafe yang
nyaman, dan cukup luas, meja-meja kayu berbentuk persegi yang digabungkan
menjadi satu memanjang, Wangi makanan hangat menguar menjejali indra penciumanku.
Aku mulai mendudukkan diri dalam satu lingkaran besar disana dan memulai tegur
sapa dengan teman-teman ku.
Azan Maghrib mulai berkumandang.
Gelas-gelas minuman dingin diangkat perlahan, dan tegukan pertama menjadi
pelepas dahaga yang sempurna. Obrolan berlanjut di sela suapan makanan pembuka,
sesekali diselingi obrolan ringan. Ada yang bercerita, ada juga yang diam-diam
hanya menikmati momen ini, menyadari betapa berharganya pertemuan seperti ini
dan aku termasuk salah satunya. Kami mengambil jeda sejenak untuk melaksanakan
solat magrib sebelum melanjutkan sesi makan bersama. Obrolan berlanjut di sela
suapan makanan. Sebagian dengan khidmat
menyantap seporsi nasi dengan lauk ayam bakar yang terhidang.
Makanan telah tandas perut terisi dan energi kembali penuh, kami melanjutkan acara dengan kado silang. Kado-kado yang telah dikumpulkan di putarkan secara acak diiringi lagu yang diputar, saat lagu telah berhenti Hap ! masing-masing kado yang ada di tangan kami itulah yang menjadi milik kami. Setiap orang yang menerima hadiah harus membukanya di depan semua orang.
Lamat-lamat Aku melihat bagaimana wajah-wajah itu berubah saat membuka kado masing-masing ada yang terbahak karena mendapat kado yang kocak dan banyak ekspresi lain yang dengan baik aku rekam dalam ingatan.
Usai tukar kado, tak afdol rasanya jika tidak membuat sebuah video, ucap seorang teman malam itu "kapan lagi kan,moment setahun sekali" aku terkekeh,benar juga yaa dan sejak kapan trend velocity ini jadi syarat sah bukber haha.
Dan begitulah malam itu berjalan penuh
tawa, canda, dan kebersamaan yang mungkin tidak akan selalu bisa kami ulangi di
tahun-tahun mendatang. Tapi selalu kita usahakan.
Langit sudah semakin gelap ketika
satu per satu mulai berpamitan. Di sinilah kami, Angkatan 19. Mungkin setelah
ini kami akan kembali ke kesibukan hidup masing-masing, tetapi setidaknya, hari
ini kami telah menciptakan satu lagi kenangan yang layak diingat.
Takjil telah habis dibagikan.
Tapi kebersamaan ini, semoga tak akan pernah selesai.
Didi dan fragmen bulan maret
Yogyakarta 22 Maret 2025
Apresiasi sebesar-besarnya kepada
Barok,Arya, Gunar, Hanifah,Ojak dan semua pihak yang tak sempat aku sebutkan satu
persatu disini atas segala usaha dan kerja kerasnya sehingga dapat terlaksananya
acara tahun ini dengan lancar hingga akhir. Merci beaucoup !

Komentar
Posting Komentar